ADsense pasang disini

Manusia yang di doakan malaikat

Posted by elis safitri Kamis, 23 Oktober 2014 0 komentar
  1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa, 'Ya Allah, ampunilah hamba-MU si fulan karena tidur dalam keadaan suci." (HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar).
  2.  Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat. "Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, salama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya, 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia." (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469).
  3. Orang-orang yang berada di shaf pertama di dalam sholat berjamaah. "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-NYA bersholawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan." (Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib).
  4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak memberikan kekosongan di dalam shaf). "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bersholawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf." (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah).
  5. Para malaikat mengucapkan 'aamiin' ketika seorang imam selesai membaca Al Fatihah. "Jika seorang imam membaca 'ghairul maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782).
  6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat. "Para malaikat akan selalu bersholawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum bata wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia." (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no 8106).
  7. Orang-orang yang melakukan sholat subuh dan ashar secara berjama'ah. "Para malaikat berkumpul pada saat sholat subuh, lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat ashar) naik (ke langit) sedangkan yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?' Mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat." (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140).
  8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733).
  9. Orang-orang yang berinfak. "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit." (HR Imam Bukhari dari Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010).
  10. Orang yang sedang makan sahur. "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-NYA bersholawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur". Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa sunnah. (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar).
  11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit. "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bersholawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga subuh." (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754).
  12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagiakan keutamaanku atas yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang ada dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bersholawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily).
Sumber : www.catatankecilku.net

Allah SWT bertanya kepada Malaikat Maut

Posted by elis safitri Rabu, 15 Oktober 2014 0 komentar
Allah SWT pernah bertanya kepada Malaikat Maut,
"Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?"
Maka malaikat pun menjawab,
"Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget."
"Apa yang membuatmu tertawa?"
"Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun."
"Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu, dia sudah kucabut nyawanya."

Allah SWT bertanya, "Apa yang membuatmu menangis?"
Maka malaikat menjawab,
"Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus, dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir di gurun tersebut. Lantas kucabut nyawa wanita itu sambil menangis karena mendengar tangisan bayi tersebut yang tak seorangpun mengetahui hal itu."

"Lalu apa yang membuatmu terkejut dan kaget?"
Malaikat menjawab,
"Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari kamarnya. Setiap kali aku mendekati cahaya itu, semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku. Lalu aku cabut nyawanya disertai cahaya tersebut."

Allah SWT bertanya lagi,
"Apakah kamu tahu siapa lelaki itu?"
"Tidak tahu, ya Allah."
"Sesungguhnya lelaki itu adalah bayi dari ibu yang kau cabut nyawanya di gurun pasir gersang itu. Akulah yang menjaganya dan tidak membiarkannya."

Sumber : http://kisahislamiah.blogspot.com/2014/09/suka-duka-malaikat-maut-saat-mencabut.html

Nabi Ibrahim as dan malaikat maut

Posted by elis safitri 0 komentar
Dikisahkan bahwa sebelum malaikat maut mencabut nyawanya, Nabi Ibrahim sempat berdialog dengan malaikat itu. Nabi Ibrahim as penasaran sekali tentang sakaratul maut dan cara mereka mencabut nyawa seseorang.

Oleh karena itu, pada saat bertemu malaikat maut, nabi Ibrahim pun bertanya kepadanya,
"Wahai Malaikat Maut, dapatkah engkau memperlihatkan wajahmu saat engkau mencabut nyawa manusia yang gemar berbuat dosa?" Kata nabi Ibrahim
"Engkau tidak akan sanggup melihat rupaku saat aku mencabut nyawa manusia yang banyak dosa," jawab malaikat maut.
"Aku pasti sanggup," tegas Nabi Ibrahim as dengan penuh percaya diri.
"Baiklah kalau begitu, berpalinglah dariku," pinta malaikat maut.

Pada saat Nabi Ibrahim as berpaling kembali, di hadapannya telah berdiri sosok yang menyeramkan, makhluk berkulit hitam legam, rambutnya berdiri, berbau busuk dan berpakaian serba hitam.
Dari hidung dan mulutnya tersembur jilatan api. Seketika itu pula Nabi Ibrahim as jatuh pingsan tak sadarkan diri karena tidak sanggup melihat rupa malaikat maut tersebut.

Ketika tersadar kembali, beliau pun berkata kepada malaikat maut,
"Wahai Malaikat Maut, seandainya para pendosa itu tidak menghadapi sesuatu yang lain dari wajahmu di saat kematiannya, niscaya cukuplah itu menjadi hukuman untuknya," terang Nabi Ibrahim as.

Hak tetangga

Posted by elis safitri Selasa, 14 Oktober 2014 0 komentar


Dari Muawiyah bin jundub berkata : Aku bertanya wahai rasulullah apakah hak tetangga bagi tetangganya? Rasul menjawab: Bila sakit kamu mengunjunginya, bila meninggal dunia kamu mengantarkan jenazahnya, bila meminja pinjaman kamu meminjaminya, bila kekurangan kamu menutupinya, bila memperoleh kebaikan kamu mengucapkan selamat, bila terkena musibah kamu menghiburnya. Dan janganlah kamu tinggikan bangunanmu melebihi bangunannya, hingga kamu menghalangi angin untuk memasuki bangunannya. Dan janganlah kamu menyakitinya dengan bau makanmu didalam periuk, kecuali kamu megambilkanya untuknya”. (HR Ath Thabrani)
 
Sesungguhnya seorang laki laki telah datang kepada Rasulullah dan bertanya “Wahai Rasulullah, tunjukan kepadaku amal perbuatan yang bila aku mengerjakannya, maka aku akan masuk surga” Jawab Rasulullah “ Jadilah kamu orang yang berbuat baik” Lantas laki laki itu bertanya lagi” Bagaimana supaya aku mengetahui bahwa aku orang baik?” Lalu nabi bersabda” Tanyakan kepada tetangga tetanggamu, bila mereka mengatakan bahwa kamu orang baik, maka berarti kamu orang baik. Bila mereka mengatakan kamu orang jahat, maka berarti kamu orang jahat” HR. Al Baihaqi

CARA MANDI JUNUB BAGI WANITA

Posted by elis safitri Jumat, 10 Oktober 2014 0 komentar
Hadist cara mandi junub bagi wanita

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata: “Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” (Hadits Shahih riwayat Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)

urutan cara mandi junub bagi wanita berdasarkan hadist di atas adalah
  1. Mengambil air dengan kedua telapak tangannya dan menyiramkan di atas kepalanya 3 kali
  2. mengambil air dengan satu tangannya dan menyiramkan pada bagian tubuh sebelah kanan
  3. Mengambil air dengan tangan yang lainnya dan menyiramkan pada bagian tubuh sebelah kiri
  4. meratakan air ke seluruh tubuh

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata: "Aku berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakah aku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliau bersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.” (Hadits Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud: 251, an-Nasaai: 1/131, Tirmidzi:1/176, hadits: 105 dan dia berkata: “Hadits Hasan shahih,” Ibnu Majah: 603)

Menurut hadist kedua wanita hanya cukup :
  1. Menuangkan air diatas kepada tiga kali
  2. Mengguyurkan air ke seluruh badan
Maka wanita telah Suci dari hadast besar / junub

Cara Rasulullah s.a.w Mandi Wajib (Jinabat)

Posted by elis safitri 0 komentar
Dalam hal cara mandi wajib Rasulullah saw melakukannya dengan dua cara

Pertama Berdasarkan hadist yang di riwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha

Adalah Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- jika ia melakukan mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya, kemudian menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kiri, lalu mencuci kemaluannya, kemudian berwudhu, kemudian mengambil air, lalu beliau memasukkan jari jemarinya ke pangkal rambut, kemudian beliau menuangkan air atas kepalanya tiga tuangan, kemudian beliau menyiramkan air ke sekujur tubuhnya kemudian mencuci kedua kakinya.”  Hadist yang di riwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha
Berdasarkan hadist diatas maka urutan mandi wajib/janabat, atau mandi junub yang benar adalah
  1. Niat dalam hati
  2. Mencuci kedua tangan
  3. Menuangkan air ke tangan kiri kemudian mencuci kemaluannya
  4. Berwudhu seperti wudhu hendak sholat
  5. Mengguyur dan menyela nyela rambut sampai pangkal rambut 3 kali
  6. Menuangkan air ke kepala tiga kali
  7. Menyiram air ke seluruh tubuh dan meratakannya
  8. Berpindah tempat dan mencuci kaki
Kedua Berdasarkan Hadist yang di riwayatkan dari  Maimunah radhiyallahu ‘anha

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mahbub berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Salim bin Abu Al Ja'd dari Kuraib mantan budak Ibnu 'Abbas, dari Ibnu 'Abbas berkata, Maimunah berkata, "Aku menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau lalu menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya lalu mencuci kemaluannya, setelah itu menyentuhkan tangannya ke tanah. Kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Kemudian membasuh muka dan kedua tangannya, lalu membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya .

Cara yang kedua yang di lakukan Rasulullah saw ketika mandi jinabat adalah
  1. Niat
  2. Mencuci kedua tangannya, dua atau tiga kali
  3. Menuangkan air ke tangan kiri kemudian mencuci kemaluannya
  4. Membersihkan tangan kirinya dengan tanah, atau membersihkan dengan sabun dan semacamnya
  5. Berkumur dan memasukan air ke lubang hidung kemudian mengeluarkannya tiga kali
  6. Membasuh muka tiga kali
  7. Membasuh kedua tangannya sampai siku tiga kali
  8. Membasuh kepala tiga kali 
  9. Mengguyurkan dan meratakan air ke seluruh badan
  10. Berpindah dari tempat mandi dan mencuci kedua telapak kaki

Catatan : Perhatikan Pusar dan ketiak karena sering tidak terkena air.



Hadist tentang Cara Mandi Haid

Posted by elis safitri 0 komentar
Hadist tentang Cara Mandi Haid

Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda: “Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda: “Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas).” (HR. Muslim: 332)

Dari kedua hadist di atas dapat di simpulkan bahwa cara mandi jinabat setelah haid adalah

  1. Mempersiapkan air dan sabun ( jika ada daun bidara lebih baik)
  2. Bersuci dengan memperbagus bersucinya
  3. Menyiram air di atas kepada dan menggosoknya hingga kulit kepala
  4. Menyiramkan serta membersihkan seluruh tubuhnya dengan air dan sabun/daun bidara
  5. Mengusap bekas darah di kemaluannya dengan kapas atau kain yang di beri minyak wangi